Skip to main content

Ubiquitous Computing

Ubiquitous Computing adalah suatu system yang memungkinkan manusia berinteraksi dengan komputer secara terus menerus. Ubiquitous Computing sering disebut sebagai gelombang ketiga dalam komputasi. Pertama konsep mainframe dimana mesin dipakai oleh banyak orang secara bersamaan ( one computer, many people ). Mark Weiser menjelaskan Ubiquitous Computing adalah konsep / model interaksi manusia computer canggih dan modern dimana proses informasi keduanya diintegrasikan dalam aktivitas kehidupan sehari hari. Inti dari Ubiquitous Computing melakukan pembagian resource yang ringan, tidak mahal, dalam jaringan pemrosesan handal semua aspek kehidupan sehari hari. Contoh Ubiquitous Computing menghubungkan control penerangan (Lampu) dan pemanas runagan dengan alat yang dipasang pada pakaian. Ubiquitous Computing member tantangan pada cabang ilmu computer seperti : desain dan pemodelan system, user interface. Mark Weiser mengenalkan 3 bentuk dasar dari mesin Ubiquitous yaitu : tab, pad, dan board.

Perbedaan Cloud computing, Grid Computing dengan Ubiquitous Computing 

Grid Computing 
Fitur grid computing mengumpulkan kluster kluster yang ada menjadi sebuah komputasi besar. InGrid adalah sebuah usaha yang membuat system grid dengan menggunakan jaringan antar kluster. (INHERENT).

Cloud Computing 
Cloud Computing bagaikan computer virtual yang digunakan oleh banyak orang/organisasi/entitas. Contoh penyedia komputasi ini adalah Amazon EC dan Microsoft Azure. Memudahkan orang untuk pemasaran.

Sumber :


Comments

Popular posts from this blog

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

 Pendekatan Kesusastraan IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus. Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, disamping tanggung jawabnya yang lain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan, dan kadang-kadang disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Pada umunmya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya tennasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, clan. sebaginya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang

Manusia Dan Kebudayaan

Unsur-unsur yang Membangun Manusia Ada dua pandangan tentang unsur-unsur yang membangun manusia 1. Manusia itu terdiri atas empat unsur yang saling berkaitan yaitu : Jasad, yaitu badan kasar manusia yang nampak, dapat diliat, dapat difoto, dapat dilihat dan menempati ruang dan waktu. Hayat,yaitu mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak. Ruh,yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran. Nafs,dalam pengertian diri atau keakuan yaitu kesadaran akan diri sendiri

Tinjauan Ilmu Budaya Dasar

IBD Sebagai Bagian Dari Mata Kuliah Dasar Umum Ilmu budaya dasar merupakan salah satu komponen dari sejumlah mata kuliah dasar umum (MKDU) yang merupakan mata kuliah wajib di semua perguruan tinggi,baik yang sifat nya eksakta maupun non eksakta.Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :